Fenomena Nurhadi-Aldo, Calon Presiden Fiktif Idaman Masyarakat Indonesia.

Fenomena Nurhadi-Aldo, Calon Presiden Fiktif Idaman Masyarakat Indonesia Ditengah Jenuhnya Kampret-Cebong.
#Opini#Trending##2019DildoPresiden#McQueenYaQueen


Ditengah hiruk pikuknya menjelang Pemilihan Presiden 2019, media sosial dalam segala aspek tak luput dari perdebataan antara dua Cebong dan Kampret.

 Tak perlulah kita menjelaskan dimana saja kapan saja Cebong dan Kampret akan berkelahi online seenak jidatnya, mementingkan egonya. Padahal kan ada 2 tangan buat nampol.

Kita semua pasti sudah bosan dengan perkelahian tak berkesudahanini, ya karena perkelahian ini dimulai sejak 2014 dimana Jokowi dan Prabowo maju sebagai Calon Presiden (Capres) dan Jokowi keluar sebagai pemenangnya. Kasih dia sabuk SmackDown.

Ditambah lagi, Ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang dibuat oleh DPR membuat calon presiden tidak variatif sehingga yang akan keluar jadi calon presidenmaksimal 3 saja. 

Makanya kalo Jokowi-Prabowo lagi jangan heran karena wakli kalian di DPR itu bikin ketentuan yang membuat Capresnya itu-itu aja.
Sejak saat itu, masyarakat terpecah menjadi 2 kubu. 

Nah kubu inilahpada tahun politik ini akan bergulat lagi. Ya sementara mereka gulat,para elit politik menikmatinya. Di Televisi, para elit politik itu sepertikucing garong yang cakar-cakaran tapi dibalik panggung nyalain api untuk teman beda kubu menyalakan rokoknya dan bercanda ria bersama.

Ya, yang lebih ku heranin masih aja masyarakat itu masih gulat dan yang menjadi masalah disini adalah yang debat itu tetap miskin, hiya hiy hiya. HahaSaling lempar informasi hoax, misinformasi, ejek-mengejek dan lain sebagainnya itu adalah keseharian Cebong-Kampret.

Mereka akan gulat kapan saja dan dimana saja asal disitu ada pembahasan menyangkut kebijakaan. Tapi yang paling ku sayangkan adalah ga ada adegan baku hantam gitu.Kalian jenuh pastinya kan? Sama.

Peliknya Cebong-Kampret ini membuat poros fiktif ketiga muncul.
Ya, dia adalah Nurhadi-Aldo, Calon Presiden Fiktif yang diusung oleh beberapa orang yang dimana tidak ingin adanya kampanye hitam dan ingin membuat keadaan politik Indonesia itu tidak terlalu panas dan tegang.

Dengan desainnya yang terbilang bagus dan rapi mirip sekali dengan kampanye calon anggota DPR yang bisa kita temui di persimpangan jalan, sebuah konten Nurhadi-Aldo terlihat seperti politikus sejati yang ingin meraup suara.Kampanye yang dijalankan oleh Nurhadi-Aldo pun lebih dibawa ke arah shitposting dan humor.

Dari singkatan nama pun kita bisa menemukan hal lucu-mesum. Ya, singkatan Nurhadi-Aldo adalah"DILDO" dengan slogannya "Tronjal Tronjol Maha Asyik". 

Singakatan-singkatan humor ini adalah sarana yang bagus karena orang Indonesia suka dengan guyonan yang berbau seksual. 

Bahkan lu yang mau bilang "kok admin/moderator bikin thread dengan istilah gitu sih" padahal suka dengan guyonan berbau seksual gini. 

Bahkan secara tidak langsung pun otak ngeres kalian pun akan membuat kampanye untuk mendukung DILDO dengan singkatan yang berbau mesum yang biasa ditemuin di kolom komentar Fanspage Nurhadi-Aldo.

Silahkan buat saja, gakpapa. Itu membantumu menjadi sosok kreatif membangun kata-kata walaupun lewat jalur mesum.

Oh iya, jangan kenalkan Nurhadi-Aldo kepada normies yang tidak mengerti joke apalagi satire shitposting. Capek doang ngejelasin sama orang begitu, mending tonjok aja mukanya.

Dengan adanya pasangan calon presiden fiktif Nurhadi-Aldo ini adalah bukti penting dalam sejarah politik di Indonesia bahwa politik uang dan politik identitas yang sering dipakai para elit politik dapat dikalahkan dengan politik humor yang merangkul segala macam golongan.
Diberdayakan oleh Blogger.